Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

SAMPAH

| Senin, 12 Januari 2009

Sampah merupakan
material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak.
Sampah dapat berada pada setiap
fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.
Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan
limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi

Berdasarkan sifatnya
Sampah organik - dapat diurai (degradable)
Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)

1.Sampah alam
Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses
daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.
2.Sampah manusia

Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti
feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.
3.Sampah Konsumsi
Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun demikian, jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.
Limbah radioaktif
Sampah
nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan juga manusia. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktifitas tempat-tempat yang dituju biasanya bekas tambang garam atau dasar laut (walau jarang namun kadang masih dilakukan).

Sampah dan daur ulang


○Tata cara pembuangan sampah rumah tangga
Umumnya kantor pemerintah kota akan mengangkut sampah rumah tangga. Mengenai cara pembagian sampah dan cara pembuangan sampah berbeda tergantung dari tiap-tiap daerah.
Tanyakan pula pada para tetangga atau pada kantor pemerintah kota mengenai tempat, jam dan tanggal pengangkutan sampah yang biasanya sudah ditentukan. Buanglah sampah Anda sesuai dengan tata cara dan hari yang telah ditentukan.


○Pembagian sampah rumah tangga biasa
Tata cara pembagian sampah berbeda tergantung dari tiap-tiap daerah. Ada daerah yang membagi sampah antara yang mudah terbakar dengan yang tidak mudah terbakar, dan ada juga daerah yang tidak membaginya seperti itu.
Ada daerah yang membagi sampah dengan membedakannya dari jenis kotak sampah, atau juga dengan hari pengangkutan sampah yang tergantung dari jenis sampah.
Tanyakan pula pada para tetangga atau kantor pemerintah kota mengenai cara pembagian sampah ini. Buanglah sampah sesuai dengan cara pembagian sampah yang telah ditentukan oleh daerah tersebut.


○Tata cara pembagian sampah yang termasuk kategori sampah besar
Tata cara pengangkutan sampah besar seperti peralatan listrik dan mebel berbeda di tiap-tiap daerah. Alat pengatur udara, TV, kulkas dan mesin cuci tidak termasuk dalam kategori ini.
Ada beberapa daerah yang sudah menentukan hari untuk melakukan pengangkutan sampah besar, sehingga Anda perlu memgadakan pemberitahuan terlebih dahulu. Ada pula daerah yang memerlukan prosedur untuk mengangkut sampah besar ( ditambah ongkos angkut ).
Tanyakan pada para tetangga atau kantor pemerintah kota mengenai hal ini.


○Alat pengatur udara, TV, kulkas, dan mesin cuci bekas
Peralatan besar seperti TV, pengatur udara, kulkas dan mesin cuci tidak akan dihitung sebagai kategori sampah berukuran besar. Anda dapat meminta toko dimana Anda membeli barang-barang tersebut, atau toko barang-barang bekas untuk mendaur ulang barang yang telah Anda buang. Anda juga harus mengeluarkan biaya daur ulang dan biaya pengangkutan barang.
Akan tetapi, Anda tetap perlu menanyakan pada pihak kantor pemerintah kota mengenai hal ini untuk mencegah jika terjadi penolakan dari pihak toko untuk mendaur ulang barang-barang Anda.


○Mengumpulkan barang-barang yang bisa disumberdayakan untuk digunakan kembali
Ada beberapa daerah yang membagi sampah umum dan sampah yang bisa disumberdayakan untuk dipakai lagi. Sampah-sampah seperti koran bekas atau majalah bekas, kaleng atau botol akan dikumpulkan untuk dipakai lagi.
Tanyakan pada para tetangga atau kantor pemerintah kota mengenai cara pembuangan sampah-sampah tersebut.


※Catatan 1 Keadaan tempat pendaftaran, tata cara pendaftaran, jenis layanan dan namanya berbeda di tiap-tiap daerah.
Tanyakan ke kantor pemerintah kota dan konsultasikan dengan pihak penerjemah yang dapat berkomunikasi dalam bahasa jepang yang lebih baik



Potensi Sampah Kota Sebagai Sumber Bahan Organik
September 25, 2007 — La An
Sampah rumah tangga merupakan sumber yang potensial untuk dijadikan sumber bahan organik dan sampah rumah tangga yang terakumulasi dalam sampah kota sangat banyak. Sampah kota sangat menggagu pemandangan serta merupakan salah satu sumber pencemaran udara dan air, sumber penyakit serta mengganggu nilai estetika, dengan keadaan ini salah satu alternatif untuk mengurangi sampah kota adalah dengan cara memanfaatkannya sebagai sumber bahan organik tanah dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Sampah kota merupakan bahan organik dengan komposisi bahan yang sangat beragam antara lain dengan adanya kontaminasi bahan anorganik (gelas, plastik, logam) dan dengan nisbah C/N ratio yang cukup tinggi pula serta mengandung mikroba seperti bakteri, fungi, actinomycetes dan aptogen (Suntoro, 2003).



Menurut Damanhuri (2002) bahwa 70% sampah padat kota di Indonesia merupakan sampah organik, 28% sampah anorganik dan hanya 2% dalam kategori sampah berbahaya. Dari 70% sampah organik sekitar 54% (38% dari total samapah) bersifat mudah didegradasi dan potensial untuk dikomposkan. TPS Tlogomas Malang produksi sampahnya sekitar 960 kg per hari dan sekitar 60 kg sampah organik yg bisa digunakan utk pembuatan kompos (Mustikaningrum dan Wahyuni, 2003)
Pada tahun 1995 setiap penduduk indonesia menghasilkan sampah rata2 0.8 kg/kapita per hari dan pada tahun 2020 nanti dperkirakan akan meningkat 2.1 kg/kapita per hari. Berdasarkan tabel dibawah (Damanhuri, 2002), kita bisa melihat jumlah sampah yg dihasilkan beberapa kota di Indonesia pada tahun 1997.

Pemanfaatan sampah kota sebagai sumber bahan organik tanah sangat tergantung dari jenis sampah yg dihasil yang berhubungan dengan proses pelapukan sampah sebagai sumber pembuatan kompos. Pelapukan bahan organik sangat tergantung dari nilai nisbah C/N, semakin tinggi nisbah C/N maka akan semakin sulit bahan tersebut melapuk. Menurut Tisdale dan Nelson (1975) semua bahan organik dengan nisbah Carbon-Nitrogen (C/N) kurang dari 20 lebih cepat melepas nitrogen kedalam tanah sehingga lebih cepat terdekomposisi sedangkan bila nisbah C/N lebih dari 30 lebih susah terdekomposisi karena tertahannya Nitrogen. Selain itu komposisi sampah yag dilihat dari segi kandungan bahan seperti glukosa, lignin, lilin dan lain-lain juga berpengaruh dalam proses pengomposan. Menurut Mujiati, dkk (1989) Glukosa dan sejenisnya lebih mudah terurai dari pada lignin dan lilin.
Menurut Mustikaningrum dan Wahyuni (2003) dari total sampah kota organik, sekitar 60% merupakan sayur-sayuran dan 40% merupakan daun-daunan, kulit buah-buahan dan sisa makanan. Dengan tingginya komposisi sayur-sayuran ini dalam kandungan sampah justru menguntungkan dalam proses pengomposan karena bahan-bahan yang berupa sayur-sayuran mempunyai nisbah C/N rasio yang rendah seperti yang terlihat pada tabel di bawah (Siswati, 2002; Indriati, 2002; Purwatiningsih, 2002; Pujiwati, 2002)
Sayuran C/N
Kubis 10
Lobak 9
K. Panjang 10
Buncis 8
Kentang 8
Terung 7
Apel
Turi


Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan. Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu bagian organik dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik
sampah mencapai ±80%, sehingga pengomposan merupakan alternatif penanganan yang sesuai.

10 Rahasia Sukses Bangsa Jepang

| Minggu, 11 Januari 2009
Berikut 10 resep sukses bangsa Jepang yang sangat patut kita tiru;



1.KERJA KERAS,Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2.MALU,Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (menteri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3.HIDUP HEMAT,Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang,Orang-orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4.LOYALITAS,Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5.INOVASI,Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6.PANTANG MENYERAH,Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).

7.BUDAYA BACA,Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8.KERJASAMA KELOMPOK,Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9.MANDIRI,Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri.
Misalnya, Anak-anak TK di Jepang harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti,bento ( bungkusan makan siang ),sepatu ganti,buku-buku,handuk,dan sebotol minuman yang menggantungkan di lehernya. Di Yochien di setiap dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Terlepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua.Mereka mengandalkan kerja Part Time.Kalaupun kehabisan uang, mereka meminjam uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan lagi.

10.JAGA TRADISI,Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.



Kelihatannya kesuksesan bangsa Jepang seperti diuraikan diatas adalah karena mereka secara tidak langsung dan tidak sadar telah melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Semoga hal ini dapat memacu kita sebagai umat Islam untuk mengikuti apa yang sudah diperintahkan bagi kita sehingga kesuksesan dunia dan akhirat dapat kita raih.

Hilangnya kebudayaan Indonesia

|
Indonesia adalah negeri yang sangat kaya akan kebudayaannya. Bagaimana tidak? Kurang lebih 742 bahasa daerah, 33 pakaian adat dan ratusan tarian adat tercatat dari Sabang sampai Merauke. Sudah selayaknya kita sebut “miniatur dunia”.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa kebudayaan Indonesia konon berasal dari Peradaban Lemuria, peradaban yang besar setelah tenggelamnya peradaban yang juga kita kenal, Peradaban Atlantis. Konon Peradaban Lemuria itu bertempat lembah yang sekarang tenggelam di laut jawa. Peradaban Lemuria itu tenggelam ketika permukaan laut naik hampir 400 m seiring mencairnya es di kutub akibat perubahan iklim global. Sejarah ini, tidak begitu banyak dikenal oleh rakyat Indonesia mengingat pada tahun 1800an, Belanda mengangkut buku-buku dari Jawa sebanyak 5 kapal. Buku yang berisi tentang asal muasal kebudayaan Indonesia-pun hilang bersama buku-buku yang lain. Bisa dipahami juga bangsa Indonesia seperti bangsa yang kehilangan akar-nya.Kebudayaan Indonesia yang begitu besarnya ini, sayangnya, tidak dijaga dengan baik dan benar oleh Rakyat Indonesia khususnya pemerintah. Berbagai macam kebudayaan dipatenkan oleh Negara tetangga. Satu contoh yang akan kita bahas adalah Reog ponorogo yang telah dipatenkan oleh Malaysia sebagai Tari Tradisional Malaysia dengan nama Tari Barongan.Itu dilakukan dengan hanya mengubah Pakem-pakem reog kecuali atribut-atributnya.Mari kita bandingkan isi cerita dan sejarah Reog Ponorogo dengan Tari Barongan:Menurut cerita kelahiran kesenian reog dimulai pada tahun saka 900. Dilatarbelakangi kisah tentang perjalanan Prabu Kelana Sewandana, Raja Kerajaan Bantarangin yang sedang mencari calon Permaisurinya. Bersama prajurit berkuda, dan patihnya yang setia, Bujangganong. Akhirnya gadis pujaan hatinya telah ditemukan, Dewi Sanggalangit, putri Kediri. Namun sang putri menetapkan syarat agar sang prabu menciptakan sebuah kesenian baru terlebih dahulu sebelum dia menerima cinta sang Raja. Maka dari situlah terciptalah kesenian reog.Bentuk reog pun sebenarnya merupakan sebuah sindiran yang maknanya bahwa sang Raja (kepala harimau) sudah disetir atau sangat dipengaruhi oleh permaisurinya (burung merak). Tulisan Reog sendiri asalnya dari Reyog, yang huruf-hurufnya mewakili sebuah huruf depan kata-kata dalam tembang macapat Pocung yang berbunyi: rasa kidung/ingwang sukma adiluhung/Yang Widhi/olah kridaning Gusti/gelar gulung kersaning Kang Maha Kuasa. Penggantian Reyog menjadi Reog yang disebutkan untuk “kepentingan pembangunan”- saat itu sempat menimbulkan polemik. Bupati Ponorogo Markum Singodimejo yang mencetuskan nama reog (Resik, Endah, Omber, Girang gemirang) tetap mempertahankannya sebagai slogan resmi Kabupaten Ponorogo.Barongan menggambarkan kisah-kisah di zaman Nabi Allah Sulaiman dengan binatang-binatang yang boleh bercakap. Kononnya, seekor harimau telah terlihat seekor burung merak yang sedang mengembangkan ekornya. Apabila terpandang harimau, merak pun melompat di atas kepala harimau dan keduanya terus menari. Tiba-tiba Pamong (Juru Iring) bernama Garong yang mengiringi Puteri Raja yang sedang menunggang kuda lalu di kawasan itu. Pamong lalu turun dari kudanya dan menari bersama-sama binatang tadi. Tarian ini terus diamalkan dan boleh dilihat di daerah Batu Pahat, Johor dan di negeri Selangor.Lalu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana sejarah Tari Barongan itu ada di Malaysia ? Ada sebuah makalah tahun 1994 di Universiti Kebangsaan Malaysia yang judulnya “Perkembangan Seni Tari Barongan Sebagai Satu Permainan Tradisional Orang-orang Jawa di Batu Pahat, Johor.”Dilihat dari makalah tersebut dapat dipastikan bahwa pelaku seni Tari Barongan di Malaysia adalah orang asli Jawa yang berdomisili di Johor. Ironisnya, pelaku-pelaku seni dari Jawa itu pindah ke negeri Johor karena mulai ditinggalkan pemirsanya di Jawa. Mereka menjadi warga negara sana, mengembangkan kesenian a la reog di sana, mengubah pakem-pakem reog kecuali atributnya dan memberinya dengan nama lain Tari Barongan… dan disambut baik!Salahkah mereka? Salahkah Tari Barongan muncul di Malaysia? Secara pribadi : Tidak. Menurut saya, ini tidak bisa dikatakan sebagai kesalahan dari Malaysia. Kalau kita coba menilik sejenak di Taman Mini Jakarta, mari kita lihat, berapa banyak penonton pribumi asli yang menonton Tari Reog Jawa Timur ini. Atau mungkin kita dapat bertanya kepada kita sendiri, kapan sih terakhir kita nonton reog? Setahun lalu? Sepuluh tahun lalu ? Tidak ada salahnya kita bertanya dalam hati, berapa besar apresiasi kita terhadap kebudayaan di Indonesia.Sudah menjadi rahasia umum, banyak pelaku seni, kaum terpelajar, kaum cendekiawan yang berasal dari Indonesia berkarya dengan sangat hebatnya di negeri tetangga. Tidak ada penghargaan di dalam negeri lah yang memacu mereka berkarya di negeri tetangga. Ada contoh kasus Spy Plane dari MalaysiaCuma beberapa gelintir saja negara yang memiliki pesawat mata-mata tanpa awak (UAV). Amerika dan Israel jelas yang paling aktif memproduksi. Di Asia ada India, Pakistan, Jepang, Cina dan Korea yang punya program khusus untuk bikin spy plane semacam itu, walau masih bergantung pada perangkat-perangkat dari Israel. Indonesia akan membeli spy plane dari Israel. Dan Malaysia akan membuat sendiri spy plane tersebut.Siapa otak di balik UAV bikinan Malaysia ini? Dr. Endri Rachman, seorang mantan engineer di IPTN yang hijrah ke Malaysia dan menjadi pengajar di Universiti Sains Malaysia. Dengan kata lain : orang Indonesia. Salahkah? Ya kalau di IPTN cuma digaji Rp 500 - 900 ribu, sementara pemerintah Malaysia mau mengucurkan 1 milyar untuk bikin prototipe UAV… Kita bener-bener punya sejarah yang buruk tentang bagaimana memperlakukan orang-orang pinter negeri ini. ( Watung Blog, 2 Desember 2007)Mungkin sudah saatnya kita lebih menghargai kita sendiri. Mungkin pepatah “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai diri nya sendiri” harus kita amati benar-benar. Penyesalan hanya akan datang di akhir episode, tapi harapan, jelas ada di setiap episode kehidupan.
__________________

Kreasi daur ulang Botol Plastik

|
Lihatlah lingkungan di sekitar kamu! Banyak limbah di mana-mana. Ada limbah plastic dan kaleng yang tidak bias terurai,juga limbah kertas,kardus,dan bahan makanan yang tidak bisa di pakai lagi. Kalian tentu gak mau kan benda-benda itu mengotori rumah mu,jadi sekarag aku bakal kasih sedikit tips buat kamu-kamu semua untuk mendaur ulang sampah-sampah itu!

Kalau di rumah kamu-kamu semua ada banyak botol plastic yang gak ke pakai jangan langsung di buang ya!itu saran aku karena aku akan ngasih tau ke kamu-kamu semua sedikit cara mengurangi sampah botol plastic!mau tau di buat apa aja&cara buatnya gimana sampah botol pastik ini baca terus donk!!!!!!!!!!!

Yang pertama kita bakalan mendaur ulang sampah botol plastic jadi gelang. Buat kamu yang suka mengoleksi aksesoris dan suka tampil gaya,cobalah menambah aksesoris gelangmu dari botol plastic. Nah bahan-banya adalah:
· Botol air mineral
· Pita kain
· Busa lembaran
· Lem kayu
· Payet

Cara buatnya:
1. Potong botol pada bagian yang tidak bergelombang selebar yang kamu inginkan. Sesuaikan dengan lingkar pergelangan tanganmu dan sambung dengan lem
2. Lapisi bagian luar potongan dengan busa.
3. Liliti gelang dengan pita kain.Rekatkan pita terakhir pada bagian dalam dengan lem.
4. Hiasi gelang dengan jahitan payet-payet,agar tampak lebih menarik

Kayanya aku Cuma bisa ngasih 1 tips aja dech dari beberapa tips yang aku punya,nah tips yang satu ini kalian praktekin aja dulu dan kalau perlu tips ini bisa juga kalian jadikan bisnis gelang dari botol plastic yang kalian jual ke temen-tamen kamu yang lain!lumayan kan buat tambahan uang jajan!s3lamat mencoba tips dari aku ya!!!!!!!!!

Filosof-John Adam Smith

| Minggu, 21 Desember 2008

John Adam Smith (lahir di Kirkcaldy, Skotlandia, 5 Juni 1723 – wafat di Edinburgh, Skotlandia, 17 Juli 1790 dalam umur 67 tahun), adalah seorang filsuf berkebangsaan Skotlandia yang menjadi pelopor ilmu ekonomi modern. Karyanya yang terkenal adalah buku An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (disingkat The Wealth of Nations) adalah buku pertama yang menggambarkan sejarah perkembangan industri dan perdagangan di Eropa serta dasar-dasar perkembangan perdagangan bebas dan kapitalisme. Adam Smith adalah salah satu pelopor sistem ekonomi Kapitalisme. Sistem ekonomi ini muncul pada abad 18 di Eropa Barat dan pada abad 19 mulai terkenal disana.
Kemakmuran Negara (Wealth of Nations) dan yang lebih kecil pengaruhnya Teori Moral Sentimen, telah menjadi titik awal untuk segala pertahanan atau kritik atau bentuk kapitalisme, yang terpenting dalam tulisan Marx dan ekonomi manusia. Karena
kapitalisme laissez-faire seringkali dihubungkan dengan keegoisan tak terkontrol, ada gerakan baru yang menekankan filosofi moral Smith, dengan fokus simpati kepada seseorang.
Ada beberapa kontroversi tentang keaslian Kemakmuran Negara Smith; beberapa orang menyangkal hasil kerjanya hanyalah tambahan biasa kepada kerja pemikir seperti
David Hume dan Baron de Montesquieu. Dan, banyak teori-teori Smith hanya menggambarkan trend sejarah menjauh dari mercantilisme, menuju perdagangan-bebas, yang telah berkembang selama beberapa dekade, dan telah memiliki pengaruh yang nyata dalam kebijakan pemerintah. Namun begitu, buku ini mengorganisasi pemikiran-pemikiran mereka secara luas, dan tetap menjadi suatu buku yang paling berpengaruh dan penting dalam bidangya sekarang ini.

Culture of Indonesia

| Kamis, 18 Desember 2008
Indonesia has around 300 ethnic groups, each with cultural differences developed over centuries, and influenced by Indian, Arabic, Chinese, Malay, and European sources. Traditional Javanese and Balinese dances, for example, contain aspects of Hindu culture and mythology, as do wayang kulit (shadow puppet) performances. Textiles such as batik, ikat and songket are created across Indonesia in styles that vary by region. The most dominant influences on Indonesian architecture have traditionally been Indian; however, Chinese, Arab, and European architectural influences have been significant. The most popular sports in Indonesia are badminton and football; Liga Indonesia is the country's premier football club league. Traditional sports include sepak takraw, and bull racing in Madura. In areas with a history of tribal warfare, mock fighting contests are held, such as, caci in Flores, and pasola in Sumba. Pencak Silat is an Indonesian martial art. Sports in Indonesia are generally male-orientated and spectator sports are often associated with illegal gambling.[119]
A selection of Indonesian food, including Soto Ayam (chicken soup), sate kerang (shellfish kebabs), telor pindang (preserved eggs), perkedel (fritter), and es teh manis (sweet iced tea)

Indonesian cuisine varies by region and is based on Chinese, European, Middle Eastern, and Indian precedents.[120] Rice is the main staple food and is served with side dishes of meat and vegetables. Spices (notably chili), coconut milk, fish and chicken are fundamental ingredients.[121] Indonesian traditional music includes gamelan and keroncong. Dangdut is a popular contemporary genre of pop music that draws influence from Arabic, Indian, and Malay folk music. The Indonesian film industry's popularity peaked in the 1980s and dominated cinemas in Indonesia,[122] although it declined significantly in the early 1990s.[123] Between 2000 and 2005, the number of Indonesian films released each year has steadily increased.[122]

The oldest evidence of writing in Indonesia is a series of Sanskrit inscriptions dated to the 5th century CE. Important figures in modern Indonesian literature include: Dutch author Multatuli, who criticized treatment of the Indonesians under Dutch colonial rule; Sumatrans Muhammad Yamin and Hamka, who were influential pre-independence nationalist writers and politicians;[124] and proletarian writer Pramoedya Ananta Toer, Indonesia's most famous novelist.[125] Many of Indonesia's peoples have strongly-rooted oral traditions, which help to define and preserve their cultural identities.[126] Media freedom in Indonesia increased considerably after the end of President Suharto's rule, during which the now-defunct Ministry of Information monitored and controlled domestic media, and restricted foreign media.[127] The TV market includes ten national commercial networks, and provincial networks that compete with public TVRI. Private radio stations carry their own news bulletins and foreign broadcasters supply programs. At a reported 25 million users in 2008,[128] Internet usage is limited to a minority of the population, approximately 10.5%.

The Importance of Play

|
For children, play is naturally enjoyable. And since it is their active engagement in things that interest them, play should be child-led, or at least child-inspired, for it to remain relevant and meaningful to them. Children at play are happily lost in themselves; they are in their own realm of wonder, exploration, and adventure, pulling parents in at times with a frequent “Let’s play, mom!” as an open invitation into that world.

As early as infancy, children immerse themselves in play activities with the purpose of making sense of the world around them. Play gives children the opportunity to learn and experience things themselves, which is vital for their development. Although peek-a-boo games seem pointless to adults, tots are awed by the surprise that awaits them as they see the suddenly emerging faces of people they love.

(Stages of Play)

During toddlerhood, children experience a motor-growth spurt that equips them to solitarily fiddle with anything they can get their hands on – be it a construction toy or the box from where it came.

Toddlers also love breaking into song, wiggling and jiggling to tunes, and imitating finger plays they are commonly exposed to.

Preschoolers begin extending their play to involve others, whether they bring others in at any stage of their game or they plan their game and its players’ way ahead. Their physical and motor skills allow them to widen their lay arena, from dramatic play to table games to outdoor pursuits.

School-age children start appreciating organized play – such as innovated songs and rhymes, games with rules, relays and other physical activities, sports and projects that they can accomplish over a certain time frame.

Play Perks:

Why the big fuss about playing? Play benefits the child in ways that might be a tad difficult for adults to imagine.

1. Play brings pure and utter joy.

A toddler who jumps into an empty box and runs around the house ‘driving a car’ shows the sheer happiness that play brings him or her. When children are asked what they did in school and they answer ‘play,’ it is a clear sign that these kids remember a feeling of genuine joy that is captured in this four-letter word.

2. Play fosters socio-emotional learning.

What does a ten-month-old baby who shrieks at the sight of her stuffed toy have in common with a ten-year-old boy who plays basketball with his friends? They both deal with their confidence as they choose to embark on their play activities. At the same time, they are displaying their independence in the decisions that they make. These two children are also internalizing social rules in their respective play situations: the baby waits patiently for her stuffed toy to appear, while the school-age child has to contend with an impending loss in a ball game.

3. Play hones physical and motor development.

Play often involves the use of the senses, the body, and the extremities. When children play, they exercise their bodies for physical strength, fluidity of movement, balance and coordination.

Perceptual-motor ability, or the capacity to coordinate what you perceive with how you move, is an essential skill that preschoolers need to develop. A three-year-old who is engrossed in digging, scooping, and pouring sand into a container must match his or her perception of the space in front of him or her with actual hand movements, so that he or she can successfully fulfill the motor activity.

4. Play facilitates cognitive learning.

Play is vital to the intellectual development of a child. We live in a symbolic world in which people need to decode words, actions, and numbers.

For young children, symbols do not naturally mean anything because they are just arbitrary representations of actual objects. The role of play is for the child to understand better cognitive concepts in ways that are enjoyable, real, concrete, and meaningful to them. For instance, through play, a child is able to comprehend that the equation 3 + 2 = 5 means ‘putting together’ his toy cars by lining them up in his makeshift parking lot. When he combines 2 triangles to make a square during block play, or writes down his score is a bowling game, the child is displaying what he knows about shapes and numbers.

Through play, the child is constructing his or her worldview by constantly working and reworking his understanding of concepts.

5. Play enhances language development.

Toddlers who are still grappling with words need to be immersed in oral language so they can imitate what they hear. They benefit from songs and rhymes that provide the basis for understanding how language works.

When these tots are playing with toys, adults model to them how language is used to label objects or describe an event. At play, preschoolers use language to interact, communicate ideas, and likewise learn from dialogues with more mature members of society.

6. Play encourages creativity.

Barney the dinosaur was right about using imagination to make things happen. A lump of Play-Doh suddenly turns into spaghetti with meat sauce and cheese; a small towel transforms into a cape that completes a superhero’s wardrobe; and a tin can serves as a drum that accompanies an aspiring rock artist. Play opens an entire avenue for children to express themselves, show what they know and how they feel, and to create their own masterpieces.

7. Play provides bonding opportunities.

Play is an important factor in child development. It provides for interaction, experimentation, and moral development. Here are some ways by which parents can encourage and support their children’s playtime.

- Let your child be the player-leader. Let children initiate their activity, set their own theme, choose the parameters where the play will take place. Play becomes a venue for children to express their feelings and be in control.

- Help them help themselves. When your 5-year-old asks for help, say, figuring out how to piece a puzzle together, stop yourself from coming to her rescue and first ask your child questions that allow him or her to help himself or herself. Say, “Where do you think this piece should go?” Afterward, commend his or her success.

- Play attention. Once you make a commitment to play with your child, watch for the following signals: Does he or she want you to actively play a part in the activity? Does he or she need encouragement? Is he or she tired or hungry? Does he or she need to take a break?

- Have a play plan. If you seem to have little time for playing with your child, consider using self-care chores to have fun with him or her. Also, get support from other people in your household, like older siblings, household help, or the child’s grandparents, so that they understand why play is important and how they should continue to encourage it.

Otak Kosong dan ”IQ Jongkok” ancam anak Indonesia

| Rabu, 17 Desember 2008
Hingga saat ini banyak sudah bencana kesehatan yang melanda bangsa ini. Mulai dari demam berdarah, polio dan yang paling terakhir penyakit busung lapar yang cukup mengejutkan. Namun, tampaknya semua fenomena itu belum usai. Apalagi bila kita tahu, bahwa ternyata secara kronik banyak anak kita terancam akal dan pemikirannya. Karena otak yang berkurang kepadatannya dan asap yang terus merongrong tingkat intelektualitas mereka. Kalau mau dicermati, sebenarnya beberapa kasus kesehatan yang terjadi beberapa waktu terakhir ini bukanlah sebuah kebetulan.
Demam berdarah terjadi karena kurang pedulinya masyakarat terhadap kebersihannya. Polio merebak lantaran kurang pedulinya kita semua pada kemungkinan datangnya kuman dari luar negara kita. Dan busung lapar, yang mirisnya terjadi di daerah lumbung padi Indonesia, bisa dibilang terjadi karena proses yang lama dari ketidakpedulian masyarakat Indonesia terhadap masalah gizi.
Seperti diungkapkan banyak ahli kesehatan. Kasus gizi buruk bukanlah jenis penyakit yang datang tiba-tiba begitu saja. Tetapi karena proses yang menahun terus bertumpuk dan menjadi kronik saat mencapai puncaknya. Beberapa studi kasus mengenai kurang gizi ini juga disebabkan banyak faktor. Yang di antaranya merupakan faktor keseimbangan gizi yang kurang. Seperti kebiasaan hanya makan satu jenis penghasil energi saja, seperti hanya makan nasi saja. Sedangkan sebenarnya kita membutuhkan zat lain selain karbohidrat yang dikandung nasi. Seperti protein yang ada pada ikan, serat yang ada pada sayuran dan lainnya.
Ketidakseimbangan gizi inilah yang kemudian merambat dan menciptakan penyakit seperti busung lapar. Dan bisa lebih parah lagi dampaknya bila kita mengaitkannya dengan fenomena gagal tumbuh (growth faltering), yang juga bisa melanda otak. Penyebab Otak Kosong
”Dampak kekurangan gizi yang paling menakutkan adalah gagal tumbuh atau growth faltering, terutama gagal tumbuh kembang otak,” ucap Mahlil Ruby, peneliti pada Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan (PKEK) FKM-UI. Hal ini menurutnya terjadi lantaran beberapa faktor. Seperti kasus ibu hamil berpenyakit anemia, atau kekurangan sel darah merah, yang kini melanda Indonesia hingga 60 persen besarnya.
Anemia yang disebabkan karena faktor fisiologis dan lingkungan tersebut, pada dasarnya disebabkan tidak seimbangnya gizi yang diterima sang ibu. Hingga akhirnya menyebabkan juga zat gizi dan oksigen untuk janin tidak mencukupi kebutuhannya. ”Ini yang kemudian menyebabkan proses pembentukan otak pada janin menjadi berkurang,” urai Mahlil.
Kemudian hal ini tambah diperparah pada saat anak yang dikandung tersebut melahirkan. Karena pada kenyataannya banyak balita yang lahir saat ini, belum tentu mendapat Air Susu Ibu (ASI) sebagaimana layaknya. Hal ini yang kemudian membuat tumbuh kembang otak makin tak normal. ”Ini terbukti pada hasil foto scan pada anak bayi sekarang, yang menunjukkan gambar otak yang tidak padat alias mulai mengosong,” tambah Mahlil lagi. ”Bila ini terjadi sesudah anak melewati masa dua tahun, maka tidak akan bisa diperbaiki lagi.”
”IQ Jongkok”
Selain fenomena otak kosong. Masalah perkembangan otak pada anak makin menjadi saat kita mengetahui efek timbel, yang ada pada bensin, mempengaruhi perkembangannya pula. Ini terbukti dengan penelitian paling terakhir yang menunjukkan bahwa 35 persen anak usia sekolah dasar di luar DKI Jakarta saat ini memiliki kadar timbel di atas normal di dalam darah mereka. ”Lebih dari 10 mikrogram per desiliter,” menurut Dr. Budi Haryanto dari FKM UI.
Keadaan kadar timbel lebih 10 mikrogram per desiliter tersebut menurut budi sudah berada diatas normal pada tingkatan anak-anak, yang seharusnya hanya berada di tingkatan 10 mikrogram saja pada batas maksimal. ”Dan ini berpotensi menurunkan nilai IQ pada anak-anak hingga 2,5 poin,”.
Timbel pada bentuk Tetra Etil Lead (TEL) merupakan materi yang dicampurkan pada bensin untuk meningkatkan angka oktan. Namun, kadang pembakaran timbel dapat menimbulkan pencemaran udara melalui asap kendaraan bermotor. Dampak dari polusi ini bisa berbagai macam. Mulai dari gangguan penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), hipertensi, gangguan fungsi ginjal dan fungsi reproduksi pada pria, keguguran hingga menurunkan kecerdasan pada balita.
Sebenarnya dampak gangguan kesehatan dari bahan ini sudah banyak dievaluasi oleh berbagai kalangan. Karena banyak menimbulkan kerugian, yang kalau dihitung secara materi bisa mencapai angka Rp 800 miliar. Kalau kita terus mempertahankan kondisi ini, maka kita sendiri yang harus menerima konsekuensinya.